CekBahan
Kembali ke Blog

Daftar Bahan Berbahaya dalam Kosmetik

Memilih kosmetik yang aman bukan hanya soal brand atau harga. Kunci utamanya ada di daftar bahan—dan sayangnya, masih banyak produk di pasaran yang mengandung bahan berbahaya. Artikel ini membahas bahan-bahan kosmetik yang dilarang di Indonesia berdasarkan PerBPOM No. 25 Tahun 2025.

Penting: Bahan-bahan di bawah ini tercantum dalam Lampiran V PerBPOM 25/2025 sebagai bahan yang tidak boleh digunakan sama sekali dalam produk kosmetik.

1. Merkuri (Mercury) — Racun yang Menyamar

Merkuri mungkin bahan berbahaya paling terkenal dalam kosmetik. Senyawa ini masih sering ditemukan di produk pemutih ilegal karena efeknya yang cepat mencerahkan kulit. Tapi di balik hasil instan itu, merkuri menyimpan bahaya serius.

Nama INCI yang harus diwaspadai:

  • Mercury (CAS 7439-97-6)
  • Mercuric Chloride / Ammoniated Mercury
  • Mercurous Chloride (Calomel)
  • Mercuric Oxide
  • Mercury Iodide

Risiko kesehatan:

  • Kerusakan ginjal permanen — merkuri terakumulasi di organ
  • Gangguan saraf — tremor, masalah memori, depresi
  • Kerusakan kulit — paradoksnya, setelah berhenti pakai, kulit justru lebih gelap dan sensitif
  • Bahaya pada janin — ibu hamil yang terpapar merkuri berisiko melahirkan bayi dengan gangguan perkembangan

Cara mengenali: Produk merkuri seringkali tidak mencantumkan "mercury" secara terang-terangan. Waspadai krim pemutih tanpa label BPOM, dikemas polos, atau menjanjikan kulit putih dalam hitungan hari.

2. Hidrokuinon (Hydroquinone) — Pencerah yang Tidak Aman

Hidrokuinon dulunya adalah standar emas untuk mengatasi hiperpigmentasi. Tapi efek sampingnya terlalu besar, sehingga BPOM melarang penggunaannya dalam kosmetik (hanya boleh diresepkan dokter dalam kondisi sangat terbatas).

Nama INCI: Hydroquinone (CAS 123-31-9)

Risiko kesehatan:

  • Ochronosis — kondisi permanen di mana kulit justru menghitam dan menebal
  • Sensitisasi kulit — dermatitis kontak
  • Potensi karsinogenik — beberapa studi menunjukkan hubungan dengan kanker pada hewan uji

Catatan: Meski dilarang dalam kosmetik, hidrokuinon masih tersedia sebagai obat dengan resep dokter. Jadi jika memang butuh untuk kondisi medis tertentu, konsultasi ke dermatolog—jangan beli produk bebas yang mengandung hidrokuinon.

3. Formaldehida (Formaldehyde) — Pengawet Berbahaya

Formaldehida adalah gas yang terkenal sebagai pengawet mayat. Dalam kosmetik, ia digunakan sebagai pengawet dan pengerut jaringan. Meski konsentrasi rendah sempat diperbolehkan, regulasi terbaru kini melarangnya.

Nama INCI yang perlu diperhatikan:

  • Formaldehyde (CAS 50-00-0)
  • Formalin
  • Beberapa "formaldehyde releasers" seperti Diazolidinyl Urea, DMDM Hydantoin, Imidazolidinyl Urea (ini dibatasi, bukan dilarang total)

Risiko kesehatan:

  • Karsinogen terkonfirmasi — WHO/IARC mengklasifikasikan formaldehida sebagai Group 1 carcinogen
  • Iritasi parah — mata, hidung, tenggorokan
  • Reaksi alergi — dermatitis kontak
  • Gangguan pernapasan — terutama pada pekerja salon yang sering terpapar

4. Timbal Asetat (Lead Acetate) — Logam Berat Tersembunyi

Timbal adalah logam berat yang tidak memiliki fungsi biologis apa pun di tubuh manusia—hanya racun. Meski begitu, timbal asetat masih kadang ditemukan di produk pewarna rambut gelap.

Nama INCI: Lead Acetate (CAS 301-04-2)

Risiko kesehatan:

  • Neurotoksik — merusak sistem saraf, terutama berbahaya untuk anak-anak
  • Terakumulasi — timbal menumpuk di tulang dan organ seiring waktu
  • Gangguan reproduksi — dapat mempengaruhi kesuburan
  • Anemia — mengganggu pembentukan sel darah merah

5. Asam Retinoat (Retinoic Acid) — Bukan untuk Kosmetik

Jangan bingung antara Retinol (aman untuk kosmetik) dengan Retinoic Acid atau Tretinoin (obat resep). Asam retinoat jauh lebih kuat dan hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter.

Nama INCI:

  • Retinoic Acid / Tretinoin (CAS 302-79-4)
  • Isotretinoin (CAS 4759-48-2)

Risiko kesehatan:

  • Teratogenik — menyebabkan cacat lahir jika digunakan saat hamil
  • Iritasi parah — kulit kering, mengelupas, kemerahan
  • Fotosensitif — kulit jadi sangat sensitif terhadap sinar matahari

6. Bahan Berbahaya Lainnya yang Perlu Diketahui

Selain lima bahan di atas, berikut beberapa bahan lain yang juga dilarang:

Bahan Risiko Utama
Chloroform Karsinogenik, kerusakan hati
Methyl Alcohol (Methanol) Keracunan sistemik, kebutaan
Pyrogallol Kerusakan hati dan ginjal
Boric Acid (dalam bedak bayi) Toksik pada bayi/anak
Phenol Korosif, kerusakan organ

Cara Melindungi Diri dari Bahan Berbahaya

Berikut langkah praktis yang bisa kamu lakukan:

  1. Selalu baca label bahan — Daftar bahan (ingredients list) wajib tercantum di kemasan. Jika tidak ada, jangan beli.
  2. Cek nomor BPOM — Produk kosmetik legal harus terdaftar di BPOM. Cek di cekbpom.pom.go.id.
  3. Gunakan CekBahan — Salin daftar bahan produk, paste di CekBahan, dan dalam hitungan detik kamu tahu mana yang aman, dibatasi, atau dilarang.
  4. Waspadai klaim berlebihan — "Putih dalam 7 hari" atau "Hilangkan jerawat seketika" sering menandakan produk ilegal.
  5. Beli dari sumber terpercaya — Hindari produk kemasan polos, tanpa label, atau dijual oleh penjual tidak terverifikasi.

Daftar Lengkap Bahan Terlarang

Artikel ini hanya membahas bahan-bahan paling umum dan berbahaya. Untuk daftar lengkap semua bahan yang dilarang dan dibatasi berdasarkan PerBPOM 25/2025, kunjungi halaman Daftar Bahan Terlarang & Dibatasi.

Penutup

Keamanan kosmetik bukan sekadar tren—ini soal kesehatan jangka panjang. Bahan-bahan seperti merkuri dan hidrokuinon mungkin memberikan hasil instan, tapi kerusakan yang ditimbulkan bisa permanen. Dengan sedikit usaha membaca label dan mengecek bahan, kamu bisa melindungi diri dan keluarga dari risiko yang tidak perlu.

Mulai cek bahan kosmetikmu sekarang dengan CekBahan — gratis dan langsung dapat hasilnya.

Cek Bahan Kosmetik Sekarang

Salin daftar bahan dari kemasan, paste, dan langsung tahu hasilnya.

Coba CekBahan Gratis